JARUM88 🧵 Jarum Jahit Tampak Sederhana, tetapi Ukuran dan Bentuk Ujungnya Berpengaruh pada Kecocokan dengan Kain—Memahami Perbedaannya Membantu Memilih Jarum Sesuai Bahan dan Jenis Jahitan.

jarum88 ·
JARUM88 🧵 Jarum Jahit Tampak Sederhana, tetapi Ukuran dan Bentuk Ujungnya Berpengaruh pada Kecocokan dengan Kain—Memahami Perbedaannya Membantu Memilih Jarum Sesuai Bahan dan Jenis Jahitan.

jarum88

LIVE

Ukuran jarum dan bentuk ujungnya menjawab dua hal berbeda: seberapa besar jarumnya, dan bahan apa yang dituju ujungnya. Karena itu, nomor saja belum cukup untuk menentukan pilihan berdasarkan kain; kategori ujung juga perlu diperhatikan [1].

Nomor kecil berarti jarum lebih besar

Menurut konvensi penomoran, makin kecil nomor jarum, makin besar ukurannya. Jarum nomor 1, misalnya, lebih panjang dan berdiameter jauh lebih besar daripada jarum nomor 10 [1]. Jadi, nomor 10 bukan berarti ukurannya lebih besar daripada nomor 1.

Nomor memberi petunjuk tentang ukuran jarum, sedangkan kategori ujung memberi petunjuk tentang bahan yang dituju. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan [1].

Bentuk ujung memberi petunjuk bahan

Dalam kelompok round point, sharp point jenis RS atau R digunakan untuk bahan woven, sedangkan ballpoint jenis RG, FFG, atau FG digunakan untuk bahan kaos. Untuk kulit, seperti pada sepatu, jaket, dan tas, jenis ujung yang disebut adalah cutting point [1].

Perbedaan ini membuat istilah "ujung jarum" lebih dari sekadar runcing atau tumpul. Bahan woven, kaos, dan kulit memiliki kategori ujung yang disebut berbeda dalam pembagian jenis jarum tersebut [1].

Beberapa jenis jarum mengikuti pekerjaan tertentu

Jarum tapestri memiliki mata besar dan ujung tumpul untuk membordir; ujung tumpulnya memungkinkan jarum menembus bahan tanpa merusaknya. Jarum kembar memiliki dua mata dalam satu batang dan digunakan untuk jahitan aplikasi atau kelim tiras kain [1]. Contoh ini menunjukkan bahwa bentuk jarum juga dapat berkaitan dengan pekerjaan jahit yang dilakukan.

Pastikan jenis jarumnya sesuai alat

Jarum tangan memiliki mata di pangkal, sedangkan mata jarum mesin jahit berada sebelum bagian ujung yang runcing. Jarum mesin industri berbentuk silinder seluruhnya, berbeda dari jarum mesin manual yang memiliki bagian pipih [1]. Jadi, sebelum mempertimbangkan bahan, kenali dahulu apakah jarum yang dibutuhkan adalah jarum tangan atau jarum mesin.

Urutan memilihnya dapat dimulai dari jenis bahan: sharp point untuk woven, ballpoint untuk bahan kaos, atau cutting point untuk kulit. Setelah itu, baca nomor sebagai petunjuk ukuran jarum, bukan sebagai penentu jenis bahan; untuk pekerjaan seperti bordir, aplikasi, atau kelim tiras, pertimbangkan pula tipe khusus seperti jarum tapestri atau jarum kembar [1].

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Jarum jahit. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29968113&title=Jarum_jahit (diakses 2026-10-02).
jarum88

FAQ jarum88

Pertanyaan yang sering diajukan

Tidak. Menurut konvensi, makin kecil nomor jarum, makin besar ukurannya. Jarum nomor 1 disebut lebih panjang dan berdiameter jauh lebih besar daripada jarum nomor 10 [1].

Nomor menunjukkan ukuran jarum, sedangkan kategori ujung memberi petunjuk tentang bahan yang dituju. Jadi, nomor dan bentuk ujung menjawab dua hal berbeda dan perlu dipertimbangkan bersama [1].

Untuk bahan woven disebut sharp point jenis RS atau R, untuk bahan kaos disebut ballpoint jenis RG, FFG, atau FG, sedangkan untuk kulit—termasuk sepatu, jaket, dan tas—disebut cutting point [1].

Jarum tapestri digunakan untuk membordir. Jarum ini bermata besar dan berujung tumpul; sumber menjelaskan bahwa ujung tumpulnya memungkinkan jarum menembus bahan tanpa merusaknya [1].

Jarum kembar digunakan untuk jahitan aplikasi atau kelim tiras kain. Ciri yang disebut dalam artikel adalah dua mata jarum dalam satu batang [1].